12 January 2020

Alhamdulillah, Cita-Cita Terwujud

Saya mau cerita sedikit saja, itung-itung buat update blog ini yang lama nggak diupdate. :) Kali ini saya mau cerita soal cita-cita saya yang Alhamdulillah bisa terwujud.

Saya punya cita-cita yang 'bener-bener' cita-cita itu baru ketika duduk di bangku kuliah semester 2-3. Sebelumnya kalau saya tanya kepada diri sendiri cita-cita saya nanti apa, saya pun bingung mau menjawabnya, bahkan pesimis tentang masa depan saya.

Tapi akhirnya setelah masuk kuliah, ketemu orang-orang baru, bersinggungan dengan dunia luar, dan tentunya dapat petuah-petuah dari dosen kala itu, saya pun mulai memiliki cita-cita yang benar-benar ingin saya capai.

Kalau orang lain mencita-citakan suatu profesi yang jelas, misalnya saja jadi Programmer, jadi Videografer, jadi Pengusaha, dll, cita-cita saya tidak seperti itu.

Cita-cita saya waktu itu adalah bisa punya pekerjaan yang bisa dikerjakan kapan saja tidak terbatas ruang dan waktu dan tetap mendapatkan penghasilan meskipun saya sedang libur kerja.


Cita-Cita


Nah, panjang kan cita-citanya dan saya rasa juga jarang orang yang punya cita-cita seperti itu. Tapi itulah cita-cita yang ingin saya kejar setelah selesai kuliah.

Waktu itu pandangan profesi terdekat dan yang masuk akal adalah jadi Programmer. Karena ya saya sendiri waktu itu memang minat dunia itu, dan karena ya saya kuliah di jurusan IT. Jadi saya beranggapan kalau jadi Programmer (Web Developer), cita-cita saya bisa terwujud. Maksudnya Programmer non-office ya, yang tidak kerja di kantoran.

Ya menurutku waktu itu jadi Programmer duitnya banyak, bisa kerja sendiri dengan memanfaatkan internet.

Tapi seiring berjalankan waktu, jadi Web Developer bukan jalan saya untuk bisa menggapai cita-cita itu. Ya meskipun memang sempat freelancer sebagai Web Developer, tapi saya belum menemukan kepuasan di pekerjaan yang ini.

Akhirnya saya pun mencoba banyak bidang pekerjaan termasuk mencoba untuk bekerja kantoran yang tentunya di bidang IT. Tapi jelas, kerja kantoran tidak akan bisa mewujudkan cita-cita saya tersebut.

Nah di akhir 2015, saya pun memutuskan untuk resign dan fokus mengelola blog saya.

FYI, saya sudah ngeblog sejak SMA kelas 3, tapi ya masih ngeblog suka-suka untuk memuaskan hasrat saja, hobi juga. Bahkan belum kepikiran kalau saya akan memilih blog sebagai bidang pekerjaan saya. Ya meskipun di waktu kuliah, blog saya sudah bisa mendapatkan penghasilan, tapi waktu itu saya masih pesimis, "Masa iya saya hidup dari blog".

Setelah resign di akhir 2015 itu, akhirnya saya niatkan untuk fokus mengelola blog. Waktu itu baru 2 blog saja yang benar-benar ingin saya urus. Satu tahun pertama, penghasilan hanya Rp 1 jutaan. Serius!

Ya karena saya memang mulai dari awal.

Tapi karena saya memang sudah niat, yakin dan ya memang suka ngeblog, saya terus menulis. Owh ya, saya sama sekali tidak mau memikirkan uang waktu itu. Karena kalau saya hanya mengejar uang, itu bakal membuat saya capek.

Seiring berjalannya waktu dan sampai detik ini, saya pun masih ngeblog. Dan saya sudah bisa bangga mengatakan kalau cita-cita saya sudah terwujud. Alhamdulillah.

Ternyata profesi menjadi Fulltime Blogger yang saya pilih tidak salah dan profesi ini adalah jalan rezeki untuk mewujudkan cita-cita saya.

Mengapa waktu itu saya memilih memutuskan resign dan memilih fokus ngeblog? Karena saya merasa yakin, saya itu kalau memutuskan sesuatu selalu mendengarkan kata hati. Kalau hati saya sudah yakin dan berkata iya, ya sudah lakukan. Selain memang ngeblog memang sudah menjadi bagian dari diri saya waktu itu.

Intinya lakukan apa yang kita suka, fokus, konsisten, dan sabar. Insya Allah hasil akan mengikuti.

Dan akhirnya sekarang saya bisa bekerja kapan pun, dimana pun. Yang penting bawa laptop, koneksi internet. Kalau pun sehari saya tidak melakukan pekerjaan ini, saya pun masih mendapatkan penghasilan.

Saya yakin ketika kamu membaca ini, pasti akan beranggapan wah enaknya, kerjanya santai, bebas, nggak kerja tetap dibayar.

Iya, itu jika kamu hanya melihatnya saat ini. Tapi kalau kamu mengikuti perjalanan saya sejak awal, akan banyak rintangan dan pengorbanan. Karena saya pernah tidur hanya 2-3 jam per hari, saya pernah lupa makan, dll.

Tapi perjuangan itu akhirnya kini sudah terbayar. Bukan berarti sekarang sudah bisa leha-leha, justru ini kesempatan untuk terus mengembangkan apa yang sudah saya punya.

------

Itu saja sedikit cerita yang bisa saya bagikan, ambil positifnya buang negatifnya. Saya hanya ingin berbagi sebenarnya kalau kita punya cita-cita yang jelas, kita bakal bisa mewujudkannya. Buatlah cita-cita yang membuatmu terpacu untuk mewujudkannya.

Dan yakinlah bahwa tidak mudah mewujudkan cita-cita itu. Untuk itu perlu konsistensi, perlu mental, perlu fisik yang kuat.

Nggak perlu kondang, Nggak perlu tenar, Yang penting mimpi tak terbuang, rezeki lancar.

Sukses untuk kita semua!

Matur suwun,
Virmansyah


0 comments:

Post a Comment

Follow This Blog!