25 February 2019

Mengapa Memilih Menjadi Full-Time Blogger

Dulu waktu kecil saya termasuk anak yang bingung kalau ditanya cita-citanya ingin jadi apa. Kalau dulu anak-anak seumuran saya pengennya jadi dokter, tentara, polisi, guru, saya...tidak pernah memilih salah satu diantara itu dan tidak punya gambaran ingin jadi apa.

Full Time Blogger
© Pixabay

Dan ternyata saat ini saya menjadi Full-Time Blogger, yang saya rasa masih banyak orang khususnya di Indonesia yang masih awam dan memandang sebelah mata profesi ini. Padahal di negara-negara maju profesi seperti ini sudah biasa, tetapi di negara ber-flower seperti negara kita ini menjadi Full-time blogger belum bisa disebut sebagai pekerjaan.

Sebelum saya menceritakan mengapa memilih menjadi Full-time Blogger, saya akan coba flashback ke beberapa tahun yang lalu. Yang mana menurut saya sedikit memengaruhi pilihan pekerjaan ini.

Komputer Memikat Hatiku


Saya baru memiliki keinginan profesi pekerjaan itu ketika sudah SMA. Waktu itu dipikiran saya kalau nanti bekerja dibidang yang berhubungan dengan komputer sepertinya menyenangkan. Ya hanya itu saja, belum ada profesi spesifiknya, pokoknya asal pegang komputer saja. Padahal saya waktu itu belum punya komputer, dan tidak membayangkan akan bisa punya komputer selama masa sekolah.

Pertama kali pegang komputer itu kelas 1 SMP pas ada ekskul komputer dan itu rasanya seneng banget. Lihat monitor, CPU, disket, rasanya sudah seneng. Dan anehnya saya termasuk yang paling cepet nangkep materinya. Padahal saya tidak pernah pegang komputer sebelumnya. Sayangnya ekskul ini tidak berjalan lama. Pupus sudah bisa pegang komputer di lab sekolah.

Nah pas SMA ada mata pelajaran TIK, sangat antusias pas praktek, meskipun dalam hati agak sedih karena di rumah tidak punya komputer sementara teman-teman yang lain beberapa punya. Tapi itu sudah mengobati rasa penasaran pegang komputer.

Di masa-masa ini pun akhirnya kenal yang namanya Warung Internet (Warnet), sering tuh dulu waktu pulang sekolah mampir ke Warnet. Dulu zaman-zamannya Friendster pula, jadi mainan FS pas di Warnet. :D

Blog


Pada akhirnya di awal-awal semester pertama kelas III SMA kenal yang namanya blog. Mulailah buat blog gratisan di WordPress.com. Dan ternyata blog ini sangat meracuni saya pada waktu itu. Dari yang awalnya jarang ke warnet, setelah punya blog jadi sering banget. Apalagi pas pulang sekolah lebih awal, pasti saya langsung mampir ke warnet. Pernah waktu itu ketemu temen di warnet juga, tapi dia buat yang-yangan. #skip

Di sinilah saya mulai merasa kalau ngeblog itu mengasyikkan. Hal yang membuat saya senang adalah ketika tulisan saya ternyata ada yang membacanya, kemudian ada yang bertanya dan mengirim komentar di tulisan itu. Waktu itu rasanya seneng banget, nggak nyangka saja. Dan itu yang bikin saya jadi selalu ingin menulis dan mempelajari tentang blog. Misalnya saja bagaimana mendatang visitors ke blog, yang pada akhirnya dari situ kenal dengan istilah SEO (Search Engine Optimization).

Singkat cerita dari kesukaan mengoperasikan komputer dan blog ini membawa saya untuk melanjutkan kuliah dan memilih jurusan IT. Untuk bab ini saya pernah sedikit ceritakan di postingan saya sebelumnya. Baca : Kuliah Jurusan Teknik Informatika Mengubah Mindset Saya

Di masa-masa kuliah ini saya semakin ngulik soal blog. Karena sudah memiliki komputer (laptop) sendiri. Alhamdulillah.

Akhirnya bisa buat blog dari Blogspot, belajar soal hosting domain, dan kenal yang namanya blog monetize. Yakni menjadikan blog agar bisa menghasilkan. Saya ingat betul pertama kali bisa menghasilkan uang dari blog, waktu itu pakai media iklan KumpulBlogger.com (sekarang sudah tidak ada) dan pembayaran pertama adalah Rp 50ribuan, dan itu saya pinjam rekening temen kuliah karena saya nggak punya rekening. :D

Kemudian pengalaman blog monetize saya berlanjut, waktu itu sekitar tahun 2011/2012 (masih kuliah) saya akhirnya bisa mendapatkan Rp 1juta pertama saya dari blog. Setelah dikumpul-kumpul akhirnya bisa buat beli smartphone Android pertama pakai duit sendiri.

Di tahun-tahun ini juga saya mulai kenal dengan lebih banyak blogger, komunitas dan kenal dengan istilah blogpreneur. Saya pun jadi semangat ngeblog, dan mulai ada pikiran bisa nih kalau blog dijadikan sebuah pekerjaan. Karena sebelumnya saya juga pernah baca-baca blog lain yang memang ada yang sudah bekerja penuh waktu melalui blog. Tapi ya waktu itu hanya sebatas wow aja, dan saya belum memiliki keinginan untuk memilih seperti itu.

Mungkin pemikiran saya masih seperti orang pada umumnya, masa sih blog bisa buat 'hidup' dan saya sendiri juga waktu itu punya cita-cita yang lebih realistis, yakni jadi programmer.

Kerja Blog

Kerja Tidak Jauh-Jauh dari Blog

Akhirnya setelah sudah tidak kuliah, pekerjaan saya pun tidak jauh-jauh dari blog ternyata. Saya pernah bikin jasa pembuatan web kecil-kecilan, ini pun juga karena menekuni blog. Bahkan di kuliah pun tidak diajari bikin web yang profesional. Terus pernah freelance jadi Web Admin, mengelola web toko online dari sisi konten dan SEO. Lagi-lagi saya mengandalkan pengalaman yang saya dapatkan dari ngeblog.

Kemudian pernah juga kerja full-time jadi SEO Specialist, yang lagi-lagi pengalaman SEO ini saya dapatkan dari mengoptimasi blog saya sendiri.

Dan pada akhirnya di awal 2016 memutuskan untuk resign dan menjadi Full-Time Blogger.

Ini sebenarnya keputusan yang cukup berani. Karena pada waktu itu, blog saya belum rutin menghasilkan setiap bulannya. Padahal sebelum resign saya pernah diskusi sama beberapa teman yang sudah fokus ngeblog, mereka menyarankan untuk jangan resign dulu dan tunggu supaya blog bisa menghasilkan rutin tiap bulan.

Karena saya orangnya kalau sudah suka sama sesuatu kadang tidak bisa ditahan lagi, akhirnya Bismillah resign.

Mulailah saya fokus untuk mengelola blog saya. Waktu itu blog monetize saya hanya satu, dan ternyata tidak seperti yang dibayangkan. Susah bro, nggak cepet, butuh proses.

Tapi saya tetap fokus, konsisten dan mulai coba membuat blog lagi untuk monetize.Dengan harapan supaya cepat Payout. FYI, waktu itu saya menggunakan Google AdSense untuk memonetize utama blog saya, dan Google AdSense itu punya kebijakan agar saldo bisa dicairkan itu minimal harus USD 100. Dan dulu itu untuk bisa dapat USD 100 butuh waktu 2-3 bulan, otomatis nggak bisa gajian tiap bulan.

Nah saya bikin blog baru, harapannya adalah supaya bisa nambahin saldo minimum payout.

Singkat cerita, saya di sini belajar bagaimana fokus dan konsisten terhadap sesuatu. Dan itu sulit banget, saya sempat berkeinginan untuk bekerja kantoran kembali. Pernah coba kirim-kirim lamaran, ternyata dipanggil cuy. Saya datang dong, lhah kok diterima, tetapi dalam hati saya kok sepertinya bukan ini deh pilihan saya. Saya masih ingin bertahap ngeblog, tapi hasilnya kok gitu.

Sempat bimbang, tapi akhirnya lanjut fokus ngeblog. Dan pada akhirnya bisa mendapatkan hasil yang diinginkan dan sampai sekarang. Meskipun sekarang belum benar-benar mencapai target yang diinginkan, paling tidak jika saya tidak bekerja selama sebulan dua bulan, saya masih tetap dapat penghasilan yang nilainya tidak berkurang. Berbeda ketika saya bekerja kantoran dulu.

Itu cerita singkatnya, tentu dibalik cerita itu ada hal-hal lain yang saya lakukan tapi tidak mungkin saya tulis di sini semua.

Setelah membaca sampai kalimat ini, saya yakin belum mendapatkan jawaban dari judul tulisan ini. Ya, karena saya belum menjelaskannya, yang di atas baru serangkaian perjalanannya.

Lalu, Mengapa Memilih Jadi Full-Time Blogger?

Blogger

1. Fleksibilitas Waktu

Salah satu alasan saya resign adalah bosan dengan rutinitas kerja yang gitu-gitu saja. Dalam hal ini waktu. Jujur selama saya bekerja dengan orang lain, motivasi saya bekerja bukan untuk mencari uang. Bagi saya yang penting bekerja bisa memberikan kenyamanan dan kesenangan batin. Untuk apa saya dapat gaji gede, tetapi kerja tidak nyaman? Bagi saya itu menyakitkan.

Dan saya melihat menjadi Full-Time Blogger adalah jawabannya. Saya bisa bekerja dimana saja, kapan saja tanpa harus ada waktu yang mengingat.

2. Prospek yang Bagus

Saya bukan tipe orang yang gegabah dalam memutuskan sesuatu. Bahkan bisa dibilang saya tipe orang yang sulit memutuskan sesuatu. Bukan karena tidak punya pendirian atau apa, tetapi lebih ke melihat dampak dari keputusan yang akan saya buat tersebut.

Ketika saya memutuskan menjadi Full-Time Blogger itu juga sudah memikirkan dan melihat semuanya. Karena ini berhubungan dengan pekerjaan dan masa depan, saya pun juga melihatnya jauh ke depan. Dan menurut saya prospeknya sangat bagus.

Saya melihat perkembangan dunia IT akan terus meningkat, bidang internet mengalami perkembangan dan yang paling utama adalah gaya hidup orang pun akan berubah. Dan coba lihat sekarang dan 5-10 tahun yang lalu, jauh berbeda. Sekarang orang lebih melek teknologi, apa-apa internet. Bahkan sehari tanpa internet pun rasanya hidup garing. Saya melihatnya ini sebagai peluang, saya tak mau hanya jadi penikmat teknologi tetapi juga orang yang bisa memanfaatkan teknologi untuk digunakan lebih baik lagi.

3. Dunia Digital Advertising Semakin Meningkat

Peran saya sebagai Full-time Blogger itu dalam dunia digital advertising adalah sebagai publisher atau penayang. Media blog yang saya miliki itu adalah tempat untuk para Advertiser memajang iklannya ke pembaca blog.

Saya melihat dunia digital advertising ini akan semakin meningkat. Ya salah satunya karena adanya perubahan gaya hidup masyarakat dan kemajuan teknologi di segala bidang.

Di Indonesia sendiri hingga saat ini menurut saya perkembangan dunia digital advertising belum terlalu massive. Tidak seperti di negara-negara maju. Dan saya yakin ini bakal meningkat, tentunya pihak Publisher juga akan diuntungkan.

4. Peluang Passive Income

Soal passive income ini sebenarnya saya terpengaruh dari pengalaman saya ikut MLM. Ya, dulu saya pernah mencoba ikut MLM, :D untuk melihat bagaimana sistem mereka bekerja. Dan di waktu-waktu seminar, saya selalu mendengar istilah 'Passive Income'. Wih, waktu itu dengernya pakai ketawa.

Tapi pada akhirnya Passive Income itu memang ada dan bisa dilakukan, bukan di MLM tetapi di blog. Waktu itu berpikir kalau bisa punya blog monetize banyak maka peluang passive income semakin besar. Yang penting bisa memaintenance blog agar bisa punya traffic yang stabil.

Dari baca-baca pengalaman blogger lain pun juga banyak yang sudah bisa mendapatkan (passive income) itu.

5. Pilihan Hati, Mau Bagaimana Lagi?

Saya kenal blog sejak tahun 2008 dan tidak pernah putus hingga sekarang. Saya sudah jatuh hati pada blog, saya bisa menuliskan semua apa yang saya resahkan di blog, dan saya merasa nyaman.

Bicara soal kenyamanan, saya termasuk orang yang tidak setuju dengan istilah "Keluarlah dari Zona Nyaman".

Ini istilah yang menurut saya aneh atau lebih tepatnya kurang lengkap. Saya setuju jika istilahnya jadi gini "Keluarlah dari Zona Nyaman Jika Tak Bisa Membuatmu Berkembang".

Nyaman itukan berarti senang, dari hati dan pikiran sama-sama menerima kesenangan itu sehingga merasa nyaman. Dan kalau sudah nyaman, akan mudah untuk mengembangkan diri karena tidak ada yang membebani. Kalau tidak bisa berkembang, ya jangan salahkan zonanya, tapi cobalah intropeksi diri.

Intinya adalah, saya sudah nyaman dengan pilihan ini. Ini pilihan yang benar-benar dari hati. Saya ketika memutuskan sesuatu pasti selalu melibatkan hati, bukan sekadar akal pikiran. Sehingga ketika sudah memutuskan nanti hasilnya membuat zaman. Nah, buat kamu yang nanti saya pilih, jangan pernah ditolak, karena ketika saya memilih saya sudah memutuskannya dengan hati dan pikiran. Mas fokus bahas blog mas....!!!

Itulah beberapa alasan saya memilih menjadi Full-Time Blogger.  Mungkin masih ada beberapa alasan lagi, tetapi otak saya sepertinya sudah lelah mau nulis apa. Ketika nulis sampai di kalimat ini ternyata sudah jam 12 malam. Ya nanti saya update deh kalau ada udah fresh lagi.

Next, saya akan bahas soal tantangan menjadi Full-Time Blogger, biar imbang. Karena kalau baca ini kesannya jadi Full-Time Blogger itu bisa cepat. Tidak semudah itu Ferguso. Harus butuh perjuangan di awal-awal, butuh waktu, butuh fokus, butuh konsistensi, dan tentunya butuh hati.

Dan hingga saat ini saya tidak pernah punya pikiran buat blog buat cari duit. Ya meskipun pada akhirnya dapat duit dari blog, tapi yang jadi motivasi utama saya adalah memberikan solusi atas masalah yang orang ingin tahu. Orang-orang ingin tahu soal ini itu, cari di Google, muncul blog saya, baca tulisan saya dapat solusi/informasinya, semoga. Itu yang jadi tujuannya.

Oke, mata sudah mbliyut. Ini sekadar sharing pengalaman saja sekaligus untuk update blog pribadi ini karena sudah lama tidak update. :D Eh sekalinya update panjang bener, langsung dirapel. :D Matur suwun, kalau mau tanya-tanya boleh, atau mungkin mau usul saya harus nulis apa lagi, langsung tulis di kolom komentar saja, Insya Allah saya jawab kalau bisa jawab.

Matur suwun,
Virmansyah

1 comment:

  1. setuju dgn istilah zona nyamannya :D. aku jg bingung ama temen2 yg resign dgn alasan sudah terlalu nyaman. aku skr msh setia 12 thn di kantor skr, krn memang nyaman, daaan aku melihat peluang utk berkembangnya msh gede banget. dgn nyaman itu kerjakan jd seneng yaaa, jd bisa lbh fokus, senyum yg kluar saat ketemu nasabah jg senyum yg dr hati, bukan terpaksa :D.

    ReplyDelete

Follow This Blog!