31 October 2018

Giveaway Seperangkat Alat Blogging Siap Pakai

Alhamdulillah tak terasa, sudah 10 tahun saya menekuni hobi saya yang satu ini, ngeblog. Yang awalnya hanya iseng pengen tahu, akhirnya keterusan dan merasa seneng kalau nulis di blog. Dan akhirnya hingga menemukan passion di dunia ini sehingga bisa mendapatkan ilmu-ilmu baru yang tidak saya dapatkan di dunia pendidikan.

Semakin bersyukur ketika ternyata hobi yang saya tekuni ini justru menjadi salah satu sumber penghasilan saya saat ini. Dan itu sama sekali tidak terpikirkan pada waktu itu.

Dari sini saya semakin percaya bahwa pekerjaan itu bisa kita dapatkan dengan dua hal. Yang pertama adalah pendidikan, dan yang kedua adalah bakat atau minat. Apalagi jika mengeyam pendidikan yang sesuai dengan minat atau bakat kita, itu pasti akan sangat mudah dalam mendapatkan pekerjaan. Insya Allah.

Nah, dalam rangka mensyukuri ini semua, saya ingin memberikan giveaway berupa seperangkat alat blogging siap pakai. Detailnya nanti bisa dibaca di bawah.

Akan tetapi, giveaway ini saya tujukan hanya untuk teman-teman yang belum pernah memiliki blog. Untuk lebih jelasnya bisa dibaca di bawah ini.

Giveaway Blog

Giveaway Seperangkat Blog

Nantinya akan mendapatkan :

  • Domain .com 1 tahun
  • Hosting 1 tahun
  • Blog siap pakai, sudah saya bantu install CMS WordPress dan setting ini itu
  • Diskusi private soal pengelolaan blog selamanya (asal saya tahu) hehe
Kalau bingung apa itu domain, hosting, CMS, dll nanti bisa diskusi private dengan saya.

Giveaway ini hanya untuk 1 orang saja.

Syarat Mengikuti Giveaway Ini

  • Warga Negara Indonesia
  • Umur bebas, tidak perlu SKCK
  • Belum pernah memiliki blog / dulu pernah punya blog tetapi sudah lama vakum.
  • Ada keinginan untuk memiliki blog dan komitmen untuk mengelolanya. (Biasanya, semangat ngeblog itu hanya di awal-awal, setelah beberapa bulan akan meredup. Nah saya tidak mau yang begini. Untuk itu pastikan tidak hanya punya niat, tetapi juga tujuan.)
  • Ada kemauan untuk terus belajar hal-hal baru.
  • Punya tujuan yang jelas mengapa ingin memiliki blog. Tujuan memiliki blog bukan untuk hal-hal negatif.

Cara Mengikuti Giveaway Ini

Mohon dibaca baik-baik ya.
  • Follow akun Instagram saya @virmansyah
  • Repost postingan Instagram saya mengenai Giveaway ini dan share postingan blog ini ke media sosial kamu.
  • Buat sebuah postingan di akun Instagram masing-masing, yang isinya boleh foto atau video. Kalau video singkat berisi keinginan mengikuti giveaway ini disertai dengan alasan utama mengikuti GA ini. Misalnya : "Halo mas Virmansyah, saya ingin punya blog karena saya ingin ..............". Kemudian di caption foto/video tersebut ditulis siapa kamu, dan detail alasan mengikuti GA ini. Jangan lupa mention dan tag ke @virmansyah dan beri hashtag #GAVirmansyah
Giveaway ini akan berlangsung mulai 1 - 8 November 2018. Dan pengumuman insya Allah akan saya lakukan pada tanggal 12 November 2018 melalui akun Instagram saya dan blog ini.

Kriteria pemilihan nanti akan saya lihat dari alasannya. Jadi silakan buat alasan yang membuat saya luluh dan bisa memilih kamu. :D Tetapi ingat, kamu harus konsekuen dengan alasan yang kamu utarakan tersebut.

Dan apabila terpilih, saya akan berikan tantangan pribadi. Yakni di tahun kedua harus bisa memperpanjang domain dan hosting blog tersebut dengan uang hasil dari blog tersebut. Bersedia? :D

Saya tahu kalau orang yang pertama kali ingin belajar blog dikasih tahu kalau blog itu bisa menghasilan duit itu akan bersemangat. Tetapi di sini saya menghimbau untuk jangan fokus dalam mendapatkan duit lewat blog. Kalau lagi belajar membuat blog, ya fokus dulu dengan bagaimana membuat blog yang bagus, yang kontennya menarik, dll. Baru setelah ilmu-ilmu blog sudah dikuasai, terserah kalau memang fokus untuk mencari duit lewat blog.

Karena kalau masih awal-awal belajar saja sudah ingin mendapatkan duit, nanti biasanya akan capek dan bisa putus asa. Karena mencari duit lewat blog itu tidaklah semudah yang orang-orang bicarakan. Semua itu butuh proses.

Baiklah itu saja yang bisa saya sampaikan. Saya berharap dengan adanya giveaway ini, nantinya teman-teman bisa memiliki blog yang benar-benar bisa memberikan manfaat yang baik. Dan semoga saja ini bisa membuka pintu rezeki teman-teman.

Saya tunggu ya. Kalau ada pertanyaan, silakan tulis di kolom komentar.

09 October 2018

Kuliah Jurusan Teknik Informatika Mengubah Mindset Saya

Ada banyak alasan mengapa seseorang ingin melanjutkan kuliah. Ada yang memang ingin mencari ilmu, tetapi ada juga yang beralasan untuk sekadar mendapatkan gelar, paksaan orang tua, atau malah ikut-ikutan teman.

Apapun itu, saya yakin ketika nanti sudah terjun ke dalam perkuliahan dan aktif di dalamnya, pasti akan ada pola pikir yang berubah. Bahkan bisa jadi tujuan awal kuliah menjadi berubah ketika sudah tahu kondisi pergaulan saat kuliah dan aktivitas di dalamnya.

Termasuk saya, dimana kuliah sangat mempengaruhi pola pikir saya hingga saat ini.

Tulisan ini hanyalah sharing semata atas apa yang saya alami ketika kuliah dulu dan saya rasakan saat ini. Kalau pun ada hal baik di dalamnya silakan diambil, kalau ada yang salah (pasti ada) janganlah ditiru.

Kuliah IT

***
Saya masuk kuliah di tahun 2009, setelah lulus SMA Jurusan IPS akhirnya saya melanjutkan kuliah. Dulu memang ada keinginan dari diri sendiri ingin melanjutkan. Namun memang sempat bingung ketika ingin mencari jurusan kuliah.

Waktu itu yang ada di benak saya ada 3 pilihan jurusan, yang pertama IT, Ilmu Komunikasi dan DKV. Masing-masing ada alasannya.

Jurusan IT, entah mengapa dulu ketika mendengar komputer itu sangat senang sekali. Padahal saya itu tidak punya komputer/laptop di rumah. Perangkat komputer pertama yang saya miliki itu laptop Compaq CQ50 dan itu dibeli saat masuk pertengahan Semester I.

Kalau mengoperasikan komputer sih pernah, pertama kali itu dulu pas kelas 1 SMP, waktu itu ada ekskul komputer. Tapi nggak berjalan lama sih waktu itu. Dan kemudian mulai sering mengoperasikan komputer itu ketika SMA pas ada mata pelajaran TIK. Di tambah ketika saya sudah mengenal yang nama Warung Internet. Semakin seringlah mengoperasikan komputer (main ke warnet) dan akhirnya pas awal kelas 3 SMA kenal yang namanya Blog.

Semenjak itu tambah sering lagi ke warnet, bahkan kalau pulang sekolah sering njujug Warnet buat otak atik blog. Temen-temen lain juga sih, tapi mereka buat pacaran. Sejak itulah saya seakan menemukan hobi saya yang sesungguhnya, menulis di blog. Dan alhamdulillah masih konsisten hingga sekarang dan malah saat ini bisa jadi salah satu penghasilan utama.

Ini berawal dari ketertarikan saya soal komputer.

Jurusan Ilmu Komunikasi, kalau pilihan ini sebenarnya hanya ingin nanti ketika lulus bisa jadi jurnalis. Kayaknya seru gitu. Kalau waktu itu lihat sosok jurnalis itu keren. Tetapi yang membuat saya ragu untuk memilih jurusan ini adalah saya itu orangnya pendiam. Belum apa-apa dulu sudah mikir nanti kalau jadi Jurnalis terus wawancara narasumber gimana kalau akunya pendiem. wkwkwk.

Maklum, pikirannya masih cupu. Tapi tetap ini jadi opsi lain pemilihan jurusan.

Jurusan DKV (Desain Komunikasi Visual), nah kalau jurusan ini karena saya ingin bisa desain-desain. Tapi sejujurnya saya masih kurang paham soal jurusan ini waktu itu. Yang ada di benak saya adalah nanti bikin desain-desain pakai komputer. Pokoknya yang ada hubungannya sama komputer, rasanya keren dan bikin aku suka. :D

Tapi yang jadi keraguan adalah saya itu tidak punya bakat gambar.

Nah akhirnya setelah mencoba memikirkan dan menimbang, saya putuskan memilih jurusan Teknik Informatika saja. Yang mana kadar ketertarikannya lebih banyak yang ini, dan waktu itu memang dapat referensi soal background jurusan ini dari orang-orang sekitar. Misalnya orang tua yang menceritakan rekannya yang seorang programmer, bisa bikin program keren. Itu juga yang bikin saya tambah mantap.

Meskipun saya waktu itu masih belum punya komputer, tapi saya yakin nanti bisa melakukannya.

Jurusan Teknik Informatika pun saya ambil di sebuah Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Komputer (STMIK) di Kota Solo. Saya ambil jenjang D3, karena saya ingin cepat selesai saja. Jujur, waktu itu saya tidak mikir untuk mendapatkan gelar Sarjana. Bagi saya sama saja, yang penting punya ketrampilan.

Ilmu Baru di Jurusan TI

Karena saya sebelumnya memang tidak punya komputer di rumah, dan megang komputer itu kalau pas di warnet saja, jadinya agak bingung kalau nanti sudah masuk perkuliahan. Tetapi alhamdulillah tidak lama setelah masuk kuliah saya punya laptop yang bisa digunakan untuk belajar dan tentunya bikin-bikin tugas.

Owh ya, di STMIK ini kan ada beberapa jurusan kuliah ya sebenarnya, ada Sistem Informasi, Manajemen Informatika, Komputer Akuntansi dan Teknik Informatika. Dan saya pilih TI itu ya karena di jenjang D3 hanya ada TI, MI, dan KA. Karena waktu itu saya ingin lebih fokus ke tekniknya, jadi ya pilih TI.

Dan cita-cita saya ketika nanti lulus itu adalah menjadi Programmer. Itu sudah saya pengeni semenjak masuk awal kuliah. Tapi ya masih keinginan yang belum dengan alasan yang kuat. Karena pengetahuan waktu itu Programmer itu bisa bikin program. Udah itu aja.

Tetapi setelah proses perkuliahan berjalan dan banyak ketemu dosen-dosen, akhirnya saya sadar bahwa saya tidak salah mengambil jurusan ini. Dan saat ini saya juga sadar kalau sebenarnya jurusan TI inilah yang mengubah mindset saya selama ini.

Apa yang saya dapatkan selama kuliah sangat mempengaruhi banyak keputusan-keputusan penting di dalam hidup saya. Salah satunya adalah yang tidak diketahui banyak orang adalah ketika saya memutuskan untuk tidak ...........tiittttttttttttttt................. (nanti deh tak ceritain soal ini :D ) Atau japri aja kalau pengen tahu, soalnya belum bisa aku tulis secara terbuka.

Lalu apa hal-hal atau penyebab yang membuat pola pikir saya berubah?

Salah satunya adalah pengaruh dari dosen. Waktu awal-awal kuliah kan biasanya dosen sedikit memberikan motivasi dulu, sudut pandang soal jurusan ini dan sebagai mahasiswa itu harus bagaimana.

Nah saya sendiri tidak hanya sekali menemui dosen yang memberikan seperti itu. Dan poin yang menurut saya paling mempengaruhi itu adalah ketika dosen mengatakan kalau ketika belajar di jurusan TI itu pola pikirnya jangan hanya menjadi pengguna saja, tetapi cobalah berpikir bagaimana membuat.

Intinya seperti itu.

Dan waktu itu saya sangat setuju sekali, seakan kalimat itu langsung merasuk ke pikiran saya dan semakin memantapkan diri saya kalau nanti di masa depan, saya harus bisa membuat sesuatu. Ya minimal jangan hanya jadi pengguna saja, soalnya punya kemampuan untuk membuat.

Kalimat itulah yang akhirnya membuat pola pikir saya berubah dan selalu menjadi pengaruh di beberapa keputusan hidup saya. Selain keputusan yang disensor di atas, juga banyak keputusan-keputusan lain baik saat kuliah maupun paska kuliah.

Kalau waktu kuliah, salah satunya adalah ketika memutuskan untuk mengikuti sebuah event atau organisasi. Misalnya saja adalah mengikuti kepanitian ospek mahasiswa. Dulu saya pernah jadi peserta, maka sekarang waktunya jadi panitia. Ini keputusan sederhana, tetapi sebenarnya di latar belakangi oleh mindset itu.

Peserta STC
Zaman jadi peserta STC Tahun 2009
Panitia STC
Zaman jadi panitia STC Tahun 2010

Sedangkan paska kuliah adalah keputusan bekerja.

Selama kuliah terutama ketika menjelang semester akhirnya, saya sudah punya niatan atau ambisi kalau nanti harus bisa bekerja secara mandiri. Jangan ketika lulus terus menjadi pegawai saja, tetapi ciptakan pekerjaan atau minimal ya bisa bekerja secara mandiri.

Itulah yang saat ini sudah saya lakukan, karena saat ini saya pun juga bisa bekerja secara mandiri. Tetapi bukan berarti saya tidak suka menjadi pegawai atau memandang buruk profesi pegawai ya. Wong saya juga pernah bekerja di perusahaan.

Tapi memang jiwa-jiwa entrepreneurship itu tumbuh selama masa kuliah. Masa kuliah itu yang menumbuhkan pola pikir baru saya.

Dari sini saya jadi sadar bahwa kuliah itu sebenarnya bukan untuk mencari ilmu saja, atau bahkan mencari gelar. Tetapi kuliah adalah proses pendewasaan pikiran dan mengembangkan diri agar bisa menemukan cara atau jalan yang sesuai dengan diri kita masing-masing.

Ilmu yang kita perolah selama kuliah itu adalah bekal untuk kita bisa survive di masa yang akan datang. Mengandalkan ilmu saja tidak bisa, karena kita juga butuh kemampuan-kemampuan yang di luar bidang kita.

Waktu itu beberapa dosen pun juga pernah mengatakan, kalau kuliah itu jangan sekadar kuliah, tetapi ikutlah organisasi atau kegiatan-kegiatan di kampus. Cari ilmu di luar. Bahkan ilmu yang ilmu yang diperoleh di kampus itu tidak lebih dari 50%, sisanya harus cari di luar. Perkuliahan itu hanya sebagai pintu atau sarana saja, selebihnya tergantung masing-masing mahasiswa bagaimana menyikapi perkuliahan itu.

Panitia Seminar CIT
Zaman jadi panitia Seminar
Saya percaya, inilah jalan saya. Mulai dari menentukan jurusan kuliah, kampus dan bagaimana saya menghadapi semua yang ada waktu itu. Sebuah proses itu baru kita sadari kalau kita sudah melaluinya, dan saya percaya itu proses yang terbaik untuk saya. Meskipun ada hal yang positif maupun negatif, itulah proses.

Dengan memilih jurusan TI ini pun akhirnya saya juga tetap bisa mencoba menggapai mimpi saya yang lain jika memilih jurusan Ilmu Komunikasi akhirnya saya bisa merasakan menjadi seorang Jurnalis. Ya meskipun bukan jurnalis beneran tetapi Jurnalis Warga dan malah bisa memiliki media jurnalisme warga. Sedangakn untuk jurusan DKV, meskipun diperkuliahan sama sekali tidak diajarkan soal desain, akhirnya saya bisa otodidak belajar desain meskipun tidak jago-jago amat. Tapi paling tidak pernah ada hasil dari keterampilan ini. 

Orang lain mungkin boleh menilai salah tetapi saya yang menjalaninya tahu apa yang terbaik untuk saya sendiri. Semoga Gusti Allah meridhoi segala keputusan ini.

Tak terasa sudah sangat panjang sekali tulisah ini sodara-sodara, daripada Anda jadi eneg lebih baik saya sudahi saja. Pastinya masih ada hal-hal lain yang ingin saya ceritakan, tetapi akan lebih baik jika dilanjutkan di tulisan-tulisan berikutnya saja.

Sekali lagi, di tulisan ini ada hal baik dan buruknya. Kalau ada yang baik silakan diambil, kalau ada yang buruk (pasti ada) janganlah dicontoh. Saya bukanlah manusia sempurna, saya juga seperti Anda, hanya beda cerita saja. :) 

27 September 2018

Mewujudkan Blogger Charity

Beberapa tahun yang lalu, sekitar tahun 2013, saya sempat ingin membuat sebuah program sederhana yang melibatkan blogger-blogger di Indonesia, dulu dikasih nama IdBloggerCare. Program itu berbasis charity, dimana nanti mengajak blogger-blogger untuk berpartisipasi dengan membuat blog yang dikelola bersama.

Blogger Charity

Akan tetapi blog tersebut tidak hanya sekadar untuk berbagi informasi saja, tetapi juga di-monetize supaya ada hasilnya. Hasil dari blog ini pun tidak akan digunakan oleh blogger-blogger yang ada di dalamnya, tetapi digunakan untuk kegiatan amal.

Sayangnya, keinginan itu sempat tertunda karena memang belum adanya SDM yang bisa benar-benar diajak untuk membangun bersama.

Agak susah memang menggerakan orang jika tidak ada hasilnya untuk diri sendiri.

Keinginan itu terus terpendam di dalam diri saya. Ingin rasanya mewujudkan kembali, tetapi kadang saya tidak PD. Saya itu siapa? Apa ada yang mau gabung? Nanti kalau tidak jalan gimana?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu yang membuat saya akhirnya tidak bergegas untuk mewujudkannya. Apalagi ini gerakan sukarela, yang kadang bersemangat gabung hanya di awal, tapi setelah berjalan beberapa waktu, hanya kepasifan. Pikiran-pikiran seperti ini juga yang kadang membuat saya enggan menghidupkan kembali.

Tapi di bulan September 2018 ini akhirnya semangat untuk mewujudkan ini kembali muncul. Kali ini saya lebih terbuka, tidak lagi memikirkan pertanyaan-pertanyaan konyol yang malah menghambat mimpi saya.

Apalagi saat buka YouTube ada video seorang YouTuber yang menghapus channel YouTube nya kemudian 'dihibahkan' ke sebuah yayasan kemanusiaan.

Saya pun semakin terpicu untuk membuat hal sama melalui media yang saya suka, blog.

Akhirnya program yang dulu sempat ada, saya munculkan kembali dengan konsep yang sama. Mengajak blogger-blogger Indonesia untuk membuat blog, yang dimonetize, dan dikelola bersama. Hasilnya 100% akan digunakan untuk charity.

Kali ini saya tidak akan memikirkan tentang diri saya, tidak akan memikirkan nanti siapa saja yang mau bergabung, nanti ke depannya bagaimana, dll. Yang ada dibenak saya hanya ingin mewujudkan ini dengan segala keterbatasan yang saya miliki.

Dan saya yakin bahwa ini adalah kegiatan positif, dan pasti akan banyak orang-orang baik di luar sana yang juga akan mendukung.

Di hari Selasa, 25 September 2018 malam,  akhirnya saya coba share kembali ide program ini ke media sosial. Saya tidak akan terlalu berharap banyak atau tidak yang ingin bergabung, fokus saya hanya mengajak.

Dan akhirnya melalui form pendaftaran, ada beberapa yang sudah bergabung. Ketika tulisan ini diterbitkan, sudah ada 16 blogger. Saya sangat berterima kasih dan apresiasi untuk kalian semua.

Berapapun yang ikut bergabung akan saya syukuri. Yang penting program ini dimudahkan dan dilancarkan kedepannya.

Kemarin malam pun saya coba kirim penawaran kerja sama ke beberapa provider hosting di Indonesia, dan alhamdulillah ada satu provider yang cepat merespon dan menyanggupi kerja sama untuk menjadi sponsor program ini. Yakni CloudKilat yang bersedia memberikan sponsorship berupa VPS Kilat VM 2.0 dan Domain selama 1 tahun.

Terima kasih untuk Mas Bachtiar, Mbak Retta dan seluruh tim CloudKilat.

Saat ini program tengah kami bahas bersama blogger-blogger yang sudah bergabung. Semoga program ini bisa segera mengudara dan semakin banyak yang ingin berpartisipasi di dalamnya.

Tentunya saya terus ingin mengajak kepada teman-teman blogger di Indonesia atau maupun yang lagi di luar negeri, jika tertarik untuk bergabung, silakan langsung daftarkan diri kamu di sini http://bit.ly/bloggercharity

Saat ini memang yang paling dibutuhkan adalah Tim Content. Karena saya menyadari tidak mungkin tiap blogger akan bisa menulis setiap hari. Dengan banyaknya blogger yang bergabung, tentu akan semakin ringan dalam hal distribusi konten artikel.

Tapi jika teman-teman ada yang jago SEO, marketing buat bantu nyari klien, dll bisa join juga.

Terakhirnya, adanya program ini semata-mata bukan hanya ditujukan untuk charity saja, tetapi juga untuk menambah konten positif di internet. Dan yang tak boleh dikesampingkan juga adalah agar semakin mempererat hubungan antar blogger.

Kita tahu sekarang ini komunitas-komunitas blogger sudah semakin punah. Semoga dengan adanya ini nanti bisa membuat semangat komunitas-komunitas blogger khususnya per daerah bisa tumbuh kembali.

Sebelumnya terima kasih kepada yang sudah berkenan bergabung. Semoga ini menjadi amal kebaikan untuk kita semua.

Follow This Blog!