09 January 2018

Review Layanan SAKPOLE di Samsat Klaten

Hari ini, Selasa (09/01/2018) saya mencoba layanan pembayaran pajak kendaraan secara online yaitu SAKPOLE. Layanan SAKPOLE (Sistem Administrasi Kendaraan Pajak Online) ini berbasis aplikasi di smartphone. Dan ini pengalaman pertama saya menggunakan layanan SAKPOLE. Sebelumnya saya jika melakukan pembayaran pajak kendaraan, melalui Samsat Keliling atau datang ke Samsat Klaten langsung.

Terakhir kali melakukan pembayaran pajak kendaraan tahunan adalah datang langsung ke Samsat Klaten dan antri di loket lantai bawah, layanan Samsat Online. Waktu itu prosesnya cukup cepat, kurang dari 15 menit, karena yang antri sedikit.

Nah, hari ini akhirnya saya mencoba layanan SAKPOLE ini. Selain ingin melihat fitur dari aplikasi SAKPOLE juga ingin melihat bagaimana persiapan atau proses penggunaan SAKPOLE di Samsat Klaten.

SAKPOLE

Tentang SAKPOLE

SAKPOLE atau Sistem Administrasi Kendaraan Pajak Online adalah adalah layanan jaringan elektronik yang diselenggarakan oleh Tim Pembina Samsat Provinsi Jawa Tengah, berdasarkan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia guna pelayanan SAMSAT secara online (e-SAMSAT) yang dapat dilakukan secara nasional dimanapun dan kapanpun melalui aplikasi layanan perangkat komunikasi mobile (Handphone).

Pemberlakuan wilayah administrasi dan hukum SAKPOLE adalah lingkup pelayanan wajib pajak/pemilik atas kendaraan bermotor yang terdaftar di Provinsi Jawa Tengah. SAKPOLE digunakan hanya untuk melayani Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor tahunan, SWDKLLJ dan PNBP Pengesahan STNK atas kepemilikan kendaraan bermotor dengan nama pribadi (perseorangan), dengan keterlambatan maksimal 10 Bulan sejak masa pajak berkahir.

Wajib Pajak yang memanfaatkan layanan SAKPOLE, pada akhir proses pendaftaran akan mendapatkan Kode Bayar yang digunakan untuk melakukan proses pembayaran melalui layanan e-Channel perbankan (transfer, teller, e-Banking atau ATM). Adapun perbankan yang bekerja sama dengan layanan SAKPOLE adalah Bank Jateng dan Bank BNI. Meskipun demikian untuk wajib pajak yang bukan nasabah ke dua bank tersebut, tetap bisa menggunakan layanan SAKPOLE dan bisa melakukan pembayaran melalui fasilitas perbankkan dari bank manapun.

Bagi wajib pajak yang sudah mendapatkan kode bayar dari aplikasi SAKPOLE dapat langsung melakukan pembayaran melalui e-Channel perbankan, baik atas nama Wajib Pajak sendiri maupun atas nama orang lain.

Kode bayar berlaku selama 2 jam sejak diterbitkan. Apabila sampai dengan batas waktu pembayaran yang ditentukan dan Wajib Pajak belum melakukan pembayarna, maka kode bayar tidak berlaku lagi. Apabila tetap ingin melakukan pembayaran melalui aplikasi SAKPOLE, maka Wajib Pajak diharuskan melakukan proses pendaftaran kembali.

Tanda bukti bayar (e-SKPD) dapat didownload melalui aplikasi SAKPOLE dan berlaku selama maksimal 14 hari terhitung mulai dilakukan pembayaran. Dalam jangka waktu tersebut, WAJIB ditukar dengan SKPD asli dan dilakukan pengesahan STNK. STNK yang tidak dilakukan pengesahan dan tanda bukti bayar (e-SKPD) yang telah melebihi batas waktu yang telah ditentukan, maka tidak memiliki legitimasi operasional Ranmor dijalan.

- dikutip dari deskripsi SAKPOLE Google Play Store

Proses pendaftaran melalui Aplikasi SAKPOLE

Langkah pertama yang saya lakukan adalah melakukan pendaftaran melalui aplikasi SAKPOLE. Melalui menu Pendaftaran, saya diminta mengisi No. Polisi kendaraan, NIK, 5 digit terakhir No. Rangka. Kemudian klik Daftar.

SAKPOLE


Dari situ akan muncul informasi detail biaya yang harus dibayar.

Kemudian untuk proses pembayaran, awalnya saya pilih opsi pertama, yaitu Multi Payment. Dan saya pun mendapatkan 18 digit kode bayar. Langsung saja saya buka Mobile Banking BNI dan melakukan pembayaran dengan memilih menu Pembayaran > SAMSAT NASIONAL di mbanking BNI, tetapi gagal terus.

Coba untuk melalui Transfer Bank juga gagal. Alhasil saya menghubungi PIC SAKPOLE, dan direkomendasikan memilih opsi pembayaran kedua, yaitu Transfer Bank/Virtual Account.

Karena saya akan melakukan pembayaran pajak untuk dua kendaraan sekaligus, motor yang satunya saya daftarkan dan pilih opsi pembayaran kedua tersebut. Dapatlah kode bayar yang berjumlah 16 digit.

Kemudian saya buka mbanking BNI saya dan pilih Transfer Bank. Nomor rekening tujuan saja masukkan 16 digit kode bayar tersebut, dan akhirnya bisa. Nah, untuk STNK yang pertama tadi, saya harus menunggu 2 jam dulu supaya bisa dilakukan pendaftaran ulang melalui SAKPOLE.

Bayar selesai, saya kemudian mengunduh tanda bukti sementara (e-TBPKB) melalui menu Bukti Bayar di aplikasi SAKPOLE. Akhirnya e-TBPKB sudah diunduh dan saya cetak.

Ke Samsat Klaten

Owh ya, pendaftaran lewat SAKPOLE itu saya lakukan pada Hari Senin, 08 Januari 2018 dan saya ke Samsat Klaten pada Selasa, 09 Januari 2018.

Saya ke Samsat Klaten membawa dokumen :
  • STNK Asli
  • KTP Asli
  • Tanda Bukti Sementara / e-TBPKB yang sudah dicetak
  • Bukti Transfer pembayaran (ini buat jaga-jaga saja, kalau dibutuhkan)
Sampai kantor UPPD Kab. Klaten (Samsat Klaten), saya langsung menuju ke lantai 2. Karena terakhir ke situ saya melihat ada loket yang bertuliskan SAKPOLE. Waktu menanyakan ke petugas yang ada di loket itu kalau saya mau memproses perpanjangan STNK lewat SAKPOLE, eh kata petugasnya langsung disuruh ke belakang.

Saya agak bingung, belakang itu mana? Akhinya saya menuju ke loket/petugas paling ujung kanan untuk menanyakan lagi, dan ternyata suruh masuk ke dalam menemui Pak Sugeng, lewat pintu samping.

Masuklah saya ke situ, dan ternyata ke ruangan kerjanya para petugas. :D Ini pertama kalinya saya melihat ruangan kerja petugas Samsat Klaten yang sedang mendaftar perpanjangan STNK dan mencetak STNK nya.

Ruangannya persis di belakang petugas Samsat yang di loket depan. Dari jadi agak istimewa, karena langsung lewat pintu belakang secara legal. :D

Sampai ruangan, saya tanya bapak-bapak petugas mau proses perpanjangan STNK dari SAKPOLE, dan ingin menemui Pak Sugeng. Akhirnya saya disuruh ke meja Pak Sugeng. Saat ini tempat ini, saya lihat jam dan menunjukkan pukul 10.22 WIB.

Pak Sugeng pun menyambut saya dengan ramah, dan menanyakan keperluan. Setelah saya jelaskan, akhirnya dokumen STNK, KTP, e-TBPKB saya serahkan ke beliau. Setelah beliau cek, saya diminta menunggu sebentar, dan Pak Sugeng menyerahkan dokumen itu ke petugas di dekat meja kerjanya.

Kalau yang saya lihat, petugas ini yang melakukan pencetakan STNK.

Di petugas yang ini, saya mesti menunggu beberapa menit, karena dokumen saya tidak langsung diproses. Karena ya mesti antri sama dokumen lain yang sudah menumpuk di meja petugas ini. Tetapi waktu itu yang menggunakan SAKPOLE cuma saya aja. Di ruangan itu hanya ada saya (wajib pajak).

Pak Sugeng pun sempat melihat dokumen saya tersebut, sudah diproses apa belum. Karena belum, beliau mengatakan kepada saya dengan ramah untuk menunggu dulu, karena antri. Nah di sini ada yang agak lucu, saat petugas yang mencetak STNK ini ingin menginputkan Kode Bayar milik saya di aplikasinya, sempat muncul info Data tidak ditemukan. Saya melihat itu, karena saya duduk di belakangnya persis. Sempat berulang-ulang hingga menanyakan ke rekannya untuk mendekte nomor kode bayarnya. Tapi muncul data tidak ditemukan lagi.

Akhirnya bapak petugas ini menanyakan ke saya apa ada bukti transfer pembayarannya. Saya bilang ada, dan untungnya juga bawa, kemudian saya serahkan. Setelah diinput ulang dengan melihat kode bayar yang ada di bukti transfer, akhirnya bisa, datanya muncul. Mungkin tadi salah karena nomor Bukti Transfer di e-TBPKB tulisannya agak sulit dibaca.

Setelah itu STNK mulai dicetak. Setelah dicetak, kemudian diserahkan ke Pak Sugeng lagi. Sepertinya untuk dilakukan pengesahan. Pak Sugeng pun menyuruh rekannya untuk memfotokopi dokumen-dokumen tersebut. Proses fotokopi ini agak lama, ya mungkin antri.

Karena merasa agak lama, Pak Sugeng beberapa kali meminta maaf ke saya untuk menunggu sebentar karena masih difotokopi. Dan beliau pun juga menanyakan ke petugas lain untuk mengecek rekan yang memfotokopi tadi apakah sudah selesai atau belum. Mungkin supaya tidak ingin 'lama' proses melalui SAKPOLE ini. hehehe.

Fotokopi selesai, dan saya diminta ke meja Pak Sugeng lagi. Saya pun diberi STNK yang sudah diperpanjang dan diminta mengeceknya lagi. Pak Sugeng memang ramah.

Nah, saat sembari mengecek, saya pun tanya-tanya ke Pak Sugeng.

"Yang pakai SAKPOLE belum banyak ya pak?"

Pak Sugeng pun mengiyakan. Karena ya memang seperti itu. Tapi Pak Sugeng malah mengatakan kalau lewat SAKPOLE malah dua kali kerja. Yaitu harus ke ATM dulu, kemudian ke Samsat.

Saya pun agak bingung. Dua kali kerja ini dalam arti malah memperlambat atau mempercepat ya?

Pak Sugeng kemudian menanyakan kepada saya, "Tadi ke ATM dulu kan?"

Saya jawab tidak. Karena saya bayarnya lewat mobile banking BNI yang ada di ponsel.

Karena sudah sesuai datanya, akhirnya saya pamit. Dan cek jam, menunjukan pukul 10.45 WIB.

Silakan dihitung sendiri berapa menit proses yang dibutuhkan untuk melayani saya ini.

Kesimpulan dan Saran

Saya mencoba aplikasi SAKPOLE untuk pembayaran pajak kendaraan ini adalah untuk melihat kinerja aplikasi dan sistem di Samsat Klaten sendiri. Dan berdasarkan pengalaman pertama saya tadi, akhirnya saya memberi kesimpulan bahwa :
  • Aplikasi SAKPOLE Efektif
Ya, dengan adanya aplikasi SAKPOLE ini sangat memudahkan wajib pajak untuk melakukan pembayaran pajak kendaraan tahunan. Dan sudah semestinya di era digital sekarang ini pembayaran dilakukan secara online dan mandiri seperti ini.

Namun, untuk metode pembayaran mungkin lebih diperjelas lagi. Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, bahwa untuk pilihan MultiPayment yang dilakukan melalui mobile banking belum bisa. Sehingga ini membuat bingung wajib pajak.
  •  Samsat Klaten Belum Siap
Sebenarnya saya belum tahu bagaimana prosedur pemrosesan SAKPOLE di tiap-tiap Samsat. Apakah sudah ada SOP nya, seperti pembukaan loket SAKPOLE, atau memang seperti yang saya alami di Samsat Klaten tersebut.

Kalau saya lihat, Samsat Klaten ini belum siap dengan sistem layanan SAKPOLE. Mengapa saya katakan seperti itu? Karena wajib pajak harus ke ruang kerja langsung dan ini sangat tidak efektif apabila banyak wajib pajak yang menggunakan SAKPOLE. Maka ruang kerja petugas malah banyak antri wajib pajak.

Adanya loket bertuliskan SAKPOLE pun juga tidak ada fungsinya.

Masalah waktu juga menjadi kendala. Menurut informasi yang ada, jika lewat SAKPOLE bakal lebih cepat, prosesnya tidak sampai 10 menit. Ya, itu jika sistem pelayanan di masing-masing Samsat sudah sesuai prosedur. Tetapi faktanya adalah saya agak kecewa dengan pelayanan SAKPOLE di Samsat Klaten yang memakan waktu lebih dari 10 menit.

Baik, saya menghargai petugas yang ramah dan sudah bekerja. Tetapi jika SAKPOLE bertujuan untuk mempercepat proses dan waktu, maka ini yang harus dibenahi di Samsat Klaten. Perlu ada sistem pelayanan yang lebih baik lagi untuk menunjang layanan SAKPOLE ini.

Semoga pihak-pihak terkait dalam segera memperbaharui pelayanannya. Karena kalau SAKPOLE waktunya sudah di atas 10 menit, apa bedanya dengan langsung melakukan pembayaran di loket Samsat Online Klaten?

Sehingga adanya aplikasi SAKPOLE ini bisa benar-benar efektif dan jadi solusi. Matur suwun,
ttd
Virmansyah,

0 comments:

Post a Comment

Follow This Blog!