08 July 2017

Persepsi Wisata Klaten & Kopdar Blogger Klaten

Wisata Klaten

Sore tadi (8/7) selepas dari Bayat, rencana langsung mau ke Linchak Coffee buat ngumpul bareng blogger-blogger Klaten. Karena jam masih menunjukkan pukul 15.00 WIB, akhirnya saya mlipir dulu ke Rowo Jombor. Kebetulan pulangnya memang lewat rowo.

Buat yang belum tahu Rowo Jombor, tempat ini merupakan waduk yang letaknya di Dukuh Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kalau dari pusat kota sih sekitar 8 KM. Kurang lebih lho ya, lha wong saya nggak pernah meterin jalan.

Mungkin orang-orang lebih mengenal Waduk Rowo Jombor dengan nama Warung Apung. Ya karena di waduk ini ada warung apungnya dan itu yang bikin hitz di kalangan warga sipil dan non sipil termasuk netizen. Kalau belum pernah ke Warung Apung, kamu ndeso!

Selain ada warung apung, di Rowo Jombor ini juga banyak sekali orang-orang yang nongkrong di pinggir waduknya, bukan karena dia nggak kuat makan di Warung Apung, tapi karena mereka adalah orang-orang yang memiliki aliran garis keras mantap mania mancing!.

Kalau masih penasaran dengan Rowo Jombor mending langsung datang saja, soalnya susah dijelasin dengan kata-kata.

Nah, kebetulan lagi tadi pas bawa kamera, akhirnya saya nyari spot buat cangkrukan (nongkrong) sendirian. Tapi tenang, meski saya sendiri saya tetap ditemani dengan bapak-bapak dan mas-mas yang punya haluan garis keras tadi. Jadi kalau kamu mau cangkrukan di sini, nggak bakal kesepian.

Faktanya saya tadi sempat jagongan dengan seorang bapak yang lagi mancing. Lupa mau tanya namanya siapa, tapi dari asalnya dia orang Wedi. Wedi itu nama daerah gaess, bukan Wedi (Takut), bukan.

Sebenarnya obrolan tadi yang memulai si bapak, karena saya lagi asik jepret-jepret.

Si bapak tiba-tiba nyeletuk, "Kok nggak di pantai wae mas, nyari sunset."

Batin saya bapak ini ngerti aja kalau ada anak muda yang bawa kamera di sore hari pasti nyari sunset.

"Mboten pak, wong niki wau namung mampir, hehehe," tak jawab gitu. Faktanya ya cuma mampir je.

Si bapak langsung merespon dengan cepat, "Sebenere Klaten ki potensi wisatane akeh (banyak) mas, tapi yo do ra terawat."

Jleb, ternyata bapak yang punya usaha konveksi ini perhatian juga sama Klaten khususnya soal Wisatanya.

Beliau juga menjelaskan lagi masalah 'tidak terawat' yang dimaksudnya. Mulai dari tidak ada perhatian dari pemerintah hingga adanya pungli-pungli di tempat wisata. Beliau mencontohkannya di daerah Deles, bahwasannya kalau di Deles itu banyak digunakan anak-anak muda untuk pacaran, dan mereka biasanya diminta pungutan sama warga sekitar.

Saya jadi mikir, apakah sekarang juga masih tindakan seperti itu? Setahu saya itu dulu sih. Tapi ya sudah saya tidak mau memusingkan, lha wong saya nggak pernah pacaran ke Deles. Maklum masih lajang. #ehem #kodekeras.

Salah satu yang membuat saya semakin percaya kalau Bapak ini perhatian sama wisata klaten adalah saat beliau bilang ke sana untuk nyoba ke Bukit Cinta Watu Prau.

Bukit Cinta ini lagi ngehitz di kalangan warga Klaten dan sekitarnya. Letaknya di Gunung Gajahan, Bayat, Klaten. Besoklah nek pas selo tak nulis soal ini, soalnya saya belum ke sini. Padahal lumayan deket sama rumah. Duh pemuda macam apa saya ini!

Ingin rasanya ngobrol lebih lama dengan bapak tadi, tapi karena beliau sudah diajak anaknya pulang, alhasil obrolan kami sudahi.

Dari obrolan singkat ini tadi, saya mendapatkan beberapa pesan tersirat yang tidak penting hingga yang menjadi keresahan saya selama ini.

Yang tidak penting adalah kalau bapak tadi ternyata ke Rowo Jombor bukan karena niat untuk mancing, tapi cuma untuk mlipir dari rumah karena tetangganya ada yang punya gawe. Jebuleeee.....

Tapi dari situ saya tahu bahwa Rowo Jombor memang tempat yang cocok untuk melepas penat. Saya sendiri kalau lagi suntuk juga sering ke sini sendirian, menikmati angin sepoi-sepoi, sembari belajar mengambil gambar. *waduh tempat persembunyianku ketahuan ki

Lalu pesan penting dan yang jadi keresahan juga adalah soal wisata klaten. Sejujurnya saya bukanlah seseorang yang paham betul soal dunia kepariwisataan. Tetapi saya punya pemikiran yang sama dengan bapak tadi, yakni Klaten itu punya potensi, khususnya potensi wisata. Namun, masalah perawatan dan pengelolaan itu masih menjadi PR besar.

Saya jadi semakin yakin bahwa saya harus mengadakan sesuatu untuk wisata klaten, meskipun itu hanya kegiatan kecil. Dan ini juga berhubungan dengan Blogger Klaten.

Jadi beberapa waktu yang lalu, saya itu punya keinginan untuk mengadakan sesuatu untuk wisata klaten dengan blogger klaten. Karena menurut saya dua elemen ini merupakan potensi yang luar biasa jika bisa dimanfaat untuk hal-hal baik, khusus untuk Klaten.

Wisata klaten itu banyak tapi belum sepenuhnya dikenal orang, begitu juga blogger klaten yang jumlahnya sebenarnya banyak tapi masih pada malu-malu untuk tampil. Padahal di luar sana blogger sudah banyak digandeng pihak-pihak pemerintah dan non pemerintah sebagai partner marketing & branding. Minimal keberadaan blogger klaten harus dikenal dulu di rumahnya, Klaten.

Dan akhirnya tadi waktu kumpul, saya dibantu Mbak Elzha sempat menyenggol ke temen-temen masalah kegiatan yang ingin dilakukan ini. Kegiatannya apa, belum bisa saya tuliskan di sini. Besok saja kalau sudah fix.

Blogger Klaten
Tenang, meskipun wajahnya pada serius, tapi blogger klaten kalem-kalem kok.
Tapi intinya itu tadi, bagaimana agar keberadaan blogger klaten bisa mengangkat potensi-potensi yang ada di Klaten. Tidak hanya soal wisatanya saja, tapi juga hal-hal lain yang layak untuk dipublikasikan.

Dengan seperti itu harapannya nanti akan muncul persepsi-persepsi positif untuk spot-spot wisata di Klaten. Coba ingat kata bapak tadi yang saya temui di Rowo Jombor, beliau memiliki persepsi buruk untuk wisata klaten. Tentu ini tidak baik jika dibiarkan begitu saja.

Untuk itu semoga kegiatan nanti mendapatkan dukungan dari banyak pihak, khususnya dari blogger yang notabene punya media untuk mempublikasikan hal-hal positif yang ada disekitarnya.

Waduh, ternyata tulisan saya sudah panjang ya. :D Maklum kalau curhat jadinya malah kebablasan. Semoga kalian tidak sepaneng. :D Biar tidak sepaneng, ini saya kasih oleh-oleh dari sejak sore tadi. Tidak seberapa, tapi jangan dibully, masih belajar. >_<

Rowo Jombor Klaten

Rowo Jombor Klaten

Rowo Jombor Klaten

Rowo Jombor Klaten

Rowo Jombor Klaten

Rowo Jombor Klaten

Rowo Jombor Klaten

Rowo Jombor Klaten

Rowo Jombor Klaten

Rowo Jombor Klaten

Matur suwun,
ttd
Virmansyah,

9 comments:

  1. Asik, enteng banget nulisnya mas. Dan gak ketinggalan hastag yg lagi hits, "ndeso"!
    Hehee..

    ReplyDelete
  2. Bloger Klaten wajib Branding Klaten, yuk yuk yuk
    Rowo Jombor jadi apik bingit dalam fotomu, Kak

    ReplyDelete
  3. Menyinggung yang ini "Tidak hanya soal wisatanya saja, tapi juga hal-hal lain yang layak untuk dipublikasikan." Aku pengen ngerti developer mobile wong klaten

    ReplyDelete
  4. Rowo Jombor "dulu" menjadi tempat wajib untuk buber mas :) kalo pas airnya surut mirip kayak waduk cengklik di Boyolali....cm g begitu sreg sama beberapa oknum yg mungkin kurang sopan trhdp pengunjung

    ReplyDelete
  5. Mari piknik, mari mengetik... :-)

    ReplyDelete
  6. Kalau ditanya wisata Klaten yg bagus apa, paling ya aku njawabnya umbul. Rata-rata ya di Klaten utara semua sih ya umbulnya. Klo di Klaten selatan seperti Gantiwarno, Wedi, Bayat, Cawas itu kok perasaanku isine sawah thok!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sih, wisata alam di Klaten paling banyak di daerah utara, kalau wisata budayanya banyak, eh di klaten bagian selatan juga banyak wisata alam yang belum banyak tersentuh

      Delete
  7. jaman masih rambut gondrong dan suka demo aku kesini, ha ha dulu bgt, kangen tempat ini...pingin keaini lagi ah ngajak temen banyak asyik kalau kesini

    ReplyDelete
    Replies
    1. sini mas... kabar-kabar kalau mau maen ke sini.

      Delete

Follow This Blog!